10 Gaya Hidup para Milyuner???

Apa bayangan anda mengenai orang yang memiliki aset bermiliaran, tentunya kita kita akan membayangkan sebuah gaya hidup yang mewah, poya-poya atau pun sifat angkuh terhadap pencipta???

Satu lembaga penelitian sekuler di USA yg meneliti tentang orang-orang bahagia. Karena ini lembaga sekuler, ukuran bahagia pertama adalah banyaknya uang, maka lembaga tersebut mensurvey orang-orang kaya (milyuner) dengan sample awal sebanyak lebih dari 200ribu orang milyuner.

Dari  sekitar 200 ribu itu disaring kadar bahagia-nya berdasarkan berbagai parameter termasuk keluarga tersebut. Hasil saringan terakhir ada sekitar 200 orang yang dianggap sangat bahagia, karena selain kaya, bisnisnya luar biasa, menikmati hidup, keluarganya beres.  Hasil survey tersebut ditulis dalam buku karangan Thomas Stanley berjudul “The Millionaire Mind.”

Orang-orang kaya tersebut rata-rata sudah berumur, mereka adalah orang kaya dalam satu generasi, artinya bukan kaya warisan, tapi kaya dengan modal zero, alias kerja sendiri. Kemudian orang-orang ini diwawancara satu per satu secara detail dan di-summary-kan gaya hidup orang-orang tersebut, sebagai berikut :

  1. Orang-orang tersebut frugal = hemat, artinya: mereka penuh pertimbangan dalam memanfaatkan uang mereka bukannya pelit. Untuk beli sesuatu mereka pikir-pikir dulu sekitar 20 kali, tipe orang yang tanya sama Tuhan tentang segala sesuatu pengeluaran. Mereka tidak diperbudak mode, meskipun tidak kuno, tapi modis. Mereka tahu di mana beli barang bagus tapi murah.
  2. Orang-orang tersebut selalu hidup di bawah income mereka, tidak hidup gali lobang tutup lobang alias anti utang.
  3. Sangat loyal terhadap pasangan – tidak cerai dan setia!
  4. Selalu lolos dari prahara baik dalam keluarga/bisnis (di USA sering resesi ekonomi, mereka selalu lolos). Setelah ditanya apa kunci lolosnya, jawabannya: “overcoming worry and fear with pray, with faith to God. We have God and His word.”
  5. Cara berpikir mereka berbeda dalam segala segi dengan orang-orang kebanyakan, contoh: kita kalau ke mall, mikir abisin duit, mereka malah survey mencari bisnis apa yang paling laku di mall. They think differently from the crowd. Mereka “man of production” bukan “man of consumption.”
  6. Pembagian waktu/aktivitas, paling banyak untuk hal-hal berikut:
  • Mengajak anak dan cucu sport/olahraga, alasannya, dengan olahraga bisa meningkatkan fighting spirit yang penting untuk pertandingan rohani untuk menang sebagai orang beriman, untuk bisa sportif (menerima kenyataan, tetapi dengan semangat untuk memperbaiki dan menang).
  • Banyak memikirkan tentang investment.
  • Banyak waktu berdoa, mencari hadirat Allah, belajar Firman. Ini menjadi lifestyle mereka sejak muda.
  • Attending religious activities.
  • Sosializing with children and grand child, ngobrol.
  • Entertaining with friends, maksudnya bergaul, membina hubungan.

7. Ketika ditanya kunci suksesnya:

  • Punya integritas = omongan dan janji bisa dipegang dan dipercaya.
  • Disiplin = tidak mudah dipengaruhi, dalam segala hal, termasuk disiplin dalam hal makanan, mereka orang yang tidak sembarangan konsumsi makanan. Tidak serakah.
  • Selalu mengembangkan social skill = cara bergaul, belajar getting along with people, belajar leadership, menjual ide, mereka orang yang meng-upgrade dirinya, tidak malas belajar.
  • Punya pasangan yg support, selalu mendukung dalam keadaan enak/tidak enak. Menurut mereka, integrity dimulai di rumah, kalau seorang suami/istri tidak bisa dipercaya di rumah, pasti tidak bisa dipercaya di luar.

8. Have a strong religious faith, dan menurut mereka ini kunci sukses mereka.

9. Ketika ditanya tentang siapa mentor mereka, jawabannya adalah Tuhan.

10. Religious millionaire. Mereka tidak pernah memaksakan suatu jumlah asset sama Tuhan, tapi mereka belajar mendengarkan suara Tuhan, berapa jumlah  aset yang Tuhan inginkan buat mereka. Minta guidance untuk bisnis. Mereka bukan type menelan semua tawaran bisnis yang disodorkan kepada mereka, tapi tanya Tuhan dulu untuk mengambil keputusan.

Oke sekarang kita bandingkan bayanagan anda tadi setelah membaca tulisan ini ?

Mobil Police paling keren di dunia

Lamborghini Gallardo LP560-4

Polisi
Negara italia dapat dengan mudah mengklaim memiliki mobil polisi paling
keren di dunia, setelah Lamborghini mereka ini Gallardo LP560-4. Supercar, 203mph 560bhp menggantikan Gallardo standar telah digunakan selama empat tahun dan 87.000 mil.

Brabus CLS v12

The Brabus CLS V12 S Rocket, yang memiliki kecepatan tertinggi 225mph, diresmikan di Essen Motor Show di Jerman dan bersaing dengan Italia
Lamborghini untuk judul mobil polisi tercepat di dunia.

Caparo T1

Ini merupakan paket mesin V8 500bhp, dapat mempercepat dari 0-100mph hanya dalam lima detik, dan beratnya kurang dari 500kg – itu adalah Caparo T1. ada yang ingin mencoba melarikan diri dari polisi?.

Porsche 911

BMW 123d Coupe

Carbon Motors E7

Ini adalah Carbon Motors E7, prototipe mobil polisi yang baru dilengkapi dengan sensor untuk senjata pemusnah massal dan scanner  numberplate otomatis yang menjadi pembicaraan konvensi penegak hukum di Amerika Serikat.

Jaguar XF

Hummer

The Gem

Rolls Royce

Undercover Police Car

German Mini Copper

Ford Mustang 1988

Peugeot

VW intimidating Police Car

Bagai mana dengan mobil polisi di Indonesia? nilai saja sendiri?

Sadar Gak sadar?

Alam pada dasarnya telah memiliki Komposisi yang telah seimbang dan serasi sehingga menimbulkan efek yang sangat besar bagi kehidupan manusia seperti dapat kita ambil contoh yaitu Sumber daya alam, sumber daya alam merupakan Semua kekayaan bumi, baik biotik maupun abiotik, yang dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusia merupakan sumber daya alam. Tumbuhan, hewan, manusia, dan mikroba merupakan sumber daya alam hayati, sedangkan faktor abiotik lainnya merupakan sumber daya alam nonhayati. Pemanfaatan sumber daya alam harus diikuti oleh pemeliharaan dan pelestarian karena sumber daya alam bersifat terbatas.

Mutu lingkungan
Pandangan orang dalam memenuhi kebutuhan hidupnya memang berbeda-beda karena antara lain dipengaruhi oleh faktor ekonomi, pertimbangan kebutuhan, sosial budaya, dan waktu.

Semakin meningkat pemenuhan kebutuhan untuk kelangsungan hidup, maka semakin baik pula mutu hidup. Derajat pemenuhan kebutuhan dasar manusia dalam kondisi lingkungan disebut mutu lingkungan.

Apabila kebutuhan akan pemenuhan kebutuhan hidup maka akan timbul suatu permasalah yang disebut ketersediaan daya dukung lingkungan dimana telah di jelaskan bahwa sumber daya alam itu bersifat terbatas, maka kemungkinan hasil alam ini akan merosot tajam mengakibatkan kelangkaan suatu hasil alam.

Daya dukung lingkungan

Daya dukung lingkungan merupakan Ketersediaan sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan dasar, dan tersedianya cukup ruang untuk hidup pada tingkat kestabilan sosial tertentu disebut daya dukung lingkungan. Singkatnya, daya dukung lingkungan ialah kemampuan lingkungan untuk mendukung perikehidupan semua makhluk hidup.

Di bumi ini, penyebaran sumber daya alam tidak merata letaknya. Ada bagian-bagian bumi yang sangat kaya akan mineral, ada pula yang tidak. Ada yang baik untuk pertanian ada pula yang tidak. Oleh karena itu, agar pemanfaatannya dapat berkesinambungan, maka tindakan eksploitasi sumber daya alam harus disertai dengan tindakan perlindungan. Pemeliharaan dan pengembangan lingkungan hidup harus dilakukan dengan cara yang rasional antara lain sebagai berikut :

  1. Memanfaatkan sumber daya alam yang dapat diperbaharui dengan efisien, misalnya: air dan tanah
  2. Menggunakan bahan pengganti, misalnya hasil metalurgi (campuran).
  3. Mengembangkan metoda menambang dan memproses yang efisien,
    serta pendaur ulangan produk yang memungkinkan di daur ulang dan aman di gunakan kembali (recycling).
  4. Melaksanakan etika lingkungan berdasarkan falsafah hidup secara damai dengan alam, sehingga terjalin hubungan yang sinergis antara penghuni alam dengan penyedia kebutuhannya.

Macam-macam sumber Daya Alam

Sumber daya alam dapat dibedakan berdasarkan sifat, potensi, dan jenisnya.

a. Berdasarkan sifat

Menurut sifatnya, sumber daya alam dapat dibagi 3, yaitu sebagai berikut :

  1. Sumber daya alam yang terbarukan “dapat diferbaharui” (renewable), misalnya: hewan,tumbuhan, mikroba, air dan tanah. Disebut ter barukan karena dapat melakukan reproduksi dan memiliki daya regenerasi (pulih kembali).
  2. Sumber daya alam yang tidak terbarukan (nonrenewable), misalnya: minyak tanah, gas bumf, batu tiara, dan bahan tambang lainnya.
  3. Sumber daya alam yang tidak habis, misalnya, udara, cahaya matahari, energi pasang surut “energi dari laut”.

b. Berdasarkan potensi
Menurut potensi penggunaannya, sumber daya alam dibagi beberapa macam, antara lain sebagai berikut.

  1. Sumber daya alam materi; merupakan sumber daya alam yang dimanfaatkan dalam bentuk fisiknya. Misalnya, batu, besi, emas, kayu, serat kapas, rosela, dan sebagainya.
  2. Sumber daya alam energi; merupakan sumber daya alam yang dimanfaatkan energinya. Misalnya batu bara, minyak bumi, gas bumi, air terjun, sinar matahari, energi pasang surut laut, kincir angin, dan lain-lain.
  3. Sumber daya alam ruang; merupakan sumber daya alam yang berupa ruang atau tempat hidup, misalnya area tanah (daratan) dan angkasa.

Berdasarkan jenis
Menurut jenisnya, sumber daya alam dibagi dua sebagai berikut :

  1. Sumber daya alam nonhayati (abiotik); disebut juga sumber daya alam fisik, yaitu sumber daya alam yang berupa benda-benda mati, Misalnya : bahan tambang, tanah, air, dan kincir angin.
  2. Sumber daya alam hayati (biotik); merupakan sumber daya alam yang berupa makhluk hidup. Misalnya: hewan, tumbuhan, mikroba dan manusia.

Sumber Daya Tumbuhan

Berbicara tentang sumber daya alam tumbuhan kita tidak dapat menyebutkan jenis tumbuhannya, melainkan kegunaannya. Misalnya berguna untuk pangan, sandang, pagan, dan rekreasi. Akan tetapi untuk bunga-bunga tertentu, seperti melati, anggrek bulan, dan Rafflesia arnoldi merupakan pengecualian karena ketiga tanaman bunga tersebut sejak tanggal 9 Januari 1993 telah ditetapkan dalam Keppres No. 4 tahun 1993 sebagai bunga nasional dengan masing-masing gelar sebagai berikut.

1. Melati sebagai bunga bangsa.
2. Anggrek bulan sebagai bunga pesona.
3. Raffiesia arnoldi sebagai bunga langka.

Tumbuhan memiliki kemampuan untuk menghasilkan oksigen dan tepung melalui proses fotosintesis. Oleh karena itu, tumbuhan merupakan produsen atau penyusun dasar rantai makanan.

Eksploitasi tumbuhan yang berlebihan dapat mengakibatkan kerusakan dan kepunahan, dan hal ini akan berkaitan dengan rusaknya rantai makanan.

Kerusakan yang terjadi karena punahnya salah satu faktor dari rantai makanan akan berakibat punahnya konsumen tingkat di atasnya. Jika suatu spesies organisme punah, maka spesies itu tidak pernah akan muncul lagi. Dipandang dari segi ilmu pengetahuan, hal itu merupakan suatu ke rugian besar.

Sumber Daya Hewan

Seperti pada ketiga macam bunga nasional, sejak tanggal 9-1-1995, ditetapkan pula tiga satwa nasional sebagai berikut :
1. Komodo (Varanus komodoensis) sebagai satwa nasional darat.
2. Ikan Solera merah sebagai satwa nasional air.
3. Elang jawa sebagai satwa nasional udara.

Selain ketiga satwa nasional di atas, masih banyak satwa Indonesia yang langka dan hampir punah. Misalnya Cendrawasih, Maleo, dan badak bercula satu.

Untuk mencegah kepunahan satwa langka, diusahakan pelestarian secara in situ dan ex situ. Pelestarian in situ adalah pelestarian yang dilakukan di habitat asalnya, sedangkan pelestarian ex situ adalah pelestarian satwa langka dengan memindahkan satwa langka dari habitatnya ke tempat lain.

Sumber daya alam hewan dapat berupa hewan liar maupun hewan yang sudah dibudidayakan. Termasuk sumber daya alam satwa liar adalah penghuni hutan, penghuni padang rumput, penghuni padang ilalang, penghuni steppa, dan penghuni savana. Misalnya badak, harimau, gajah, kera, ular, babi hutan, bermacam-macam burung, serangga, dan lainnya.

Termasuk sumber daya alam hewan piaraan antara lain adalah lembu, kuda, domba, kelinci, anjing, kucing, bermacam- macam unggas, ikan hias, ikan lele dumbo, ikan lele lokal, kerang, dan siput.

Terhadap hewan peliharaan itulah sifat terbarukan dikembangkan dengan baik. Selain memungut hasil dari peternakan dan perikanan, manusia jugs melakukan persilangan untuk mencari bibit unggul guns menambah keanekaragaman ternak.

Dipandang dari peranannya, hewan dapat digolongkan sebagai berikut :
a. Sumber pangan, antara lain sapi, kerbau, ayam, itik, lele, mujaer etc we lah.
b. Sumber sandang, antara lain bulu domba, ulat sutera etc.
c. Sumber obat-obatan, antara lain ular kobra dan lebah madu etc .
d. Piaraan, antara lain kucing, burung, ikan hias etc.

Sumber Daya Mikroba

Di samping sumber daya alam hewan dan tumbuhan terdapat sumber daya alam hayati yang bersifat mikroskopis, yaitu mikroba. Selain berperan sebagai dekomposer (pengurai) di dalam ekosistem, mikroba sangat penting artinya dalam beberapa hal seperti berikut ini

  1. Sebagai bahan pangan atau mengubah bahan pangan menjadi bentuk lain, seperti tape, sake, tempe, dan oncom.
  2. Penghasil obat-obatan (antibiotik), misalnya, penisilin.
  3. Membantu penyelesaian masalah pencemaran, misalnya pembuatan biogas dan daur ulang sampah.
  4. Membantu membasmi hama tanaman, misalnya Bacillus thuringiensis.
  5. Untuk rekayasa genetika, misalnya, pencangkokan gen virus dengan gen sel hewan untuk menghasilkan interferon yang dapat melawan. Penyakit karena virus.

Rekayasa genetika dimulai Tahun 1970 oleh Dr. Paul Berg. Rekayasa genetika adalah penganekaragaman genetik dengan memanfaatkan fungsi materi genetik dari suatu organisme. Cara-cara rekayasa genetika tersebut antara lain: kultur jaringan, mutasi buatan, persilangan, dan pencangkokan gen. Rekayasa genetika dapat dimanfaatkan untuk tujuan berikut ini :

  1. mendapatkan produk pertanian baru, seperti “pomato”, merupakan persilangan dari potato (kentang) dan tomato (tomat).
  2. mendapatkan temak yang berkadar protein lebih tinggi.
  3. mendapatkan temak atau tanaman yang tahan hama.
  4. mendapatkan tanaman yang mampu menghasilkan insektisida sendiri.

Akhir-akhir ini tampak bahwa penggunaan sumber daya alam cenderung naik terus, yang di sebabkan karena:

a. pertambahan penduduk yang cepat
b. perkembangan peradaban manusia yang didukung oleh kemajuan sains dan teknologi.

Adapun penanggulangan dan caranya dapat di efisiensikan dengan cara

  1. Pengefesienan penggunaannya.
  2. Pengawasan dari berbagai pihak yang terkait dan kita sebagai masyarakat harus turut serta dalam pengawasan eksploitasi segala sesuatunya.
  3. Eksploitasinya harus di bawah batas daya regenerasi atau asimilasi sumber daya alam tersebut.
  4. Diperlukan kebijaksanaan dalam pemanfaatan sumber daya alam yang ada agar dapat lestari dan berkelanjutan dengan menanamkan pengertian sikap serasi dengan lingkungannya.
  5. Peraturan dan penegakan hukum yang jelas dari aparur terkait.

Sumber Daya Manusia

Manusia dibedakan dari sumber daya alam hayati lainnya karena manusia memiliki kebudayaan, akal, dan budi yang tidak dimiliki oleh tumbuhan maupun hewan. Meskipun paling tinggi derajatnya, namun dalam ekosistem, manusia juga berinteraksi dengan lingkungannya, mempengaruhi dan dipengaruhi lingkungannya sehingga termasuk dalam salah satu faktor saling ketergantungan. seringkali manusia merubah tataran alam yang telah tersedia karena kebutuhan primer yang sangat mendesak.

Berbeda dengan sumber daya hayati lainnya, penggunaan sumber daya manusia dibagi dua, yaitu sebagai berikut :
a. Manusia sebagai sumber daya fisik
Dengan energi yang tersimpan dalam ototnya manusia dapat bekerja
dalam berbagai bidang, antara lain: bidang perindustrian,
transportasi, perkebunan, perikanan, perhutanan, dan peternakan.

b. Manusia sebagai sumber daya mental
Kemampuan berpikir manusia merupakan suatu sumber daya alam
yang sangat penting, karena berfikir merupakan landasan utama bagi kebudayaan. Manusia sebagai makhluk hidup berbudaya, mampu
mengolah sumber daya alam untuk kepentingan hidupnya dan mampu
mengubah keadaan sumber daya alam berkat kemajuan ilmu dan
teknologinya. Dengan akal dan budinya, manusia menggunakan
sumber daya alam dengan penuh kebijaksanaan. Oleh karena itu,
manusia tidak dilihat hanya sebagai sumber energi, tapi yang
terutama ialah sebagai sumber daya cipta (sumber daya mental) yang
sangat penting bagi perkembangan kebudayaan manusia.

CatatanBangsa kita merupakan bangsa yang kaya baik dari Sumber daya alam ataupun sumber daya manusia, Sumber daya manusia merupaklan faktor penting dalam kemajuan bangsa akan tetapi saya heran akan abangsa ini yang bangga akan “Devisa Terbesar yang Dihasilkan oleh sumber daya manusia yang menjadi TKI di negeri orang”. padahal negera kita kaya akan sumber daya alam seperti contok Pertamtbangan, Migas, hasil laut yang melimpah, Hasil hutan yang banyak dan melimpah ruah, tanah yang kaya akan sumber mineral yang dapat di gunakan para petani untuk bercocok tanam dan menghasilkan hasil pertanian yang berkualitas tinggi namun entah masyarakat yang kurang melek akan hal tersebut.

 

Rame-rame band Emo

Masyarakat pada umumnya kaula muda di Indonesia pasti mengenal apa itu Emo, akan tetapi belum tentu mereka mengetahui apa itu yang di namakan Emo tersebut, sehingga banyak band yang ber-genre Emo lepas dari tataran aslinya itu sendiri entah menciptakan genre baru atau ketidak pahamannya tentang gendre musik yang di mainkannya?

Asal-usul Emo

Tahun 1980-an: asal usul

Emo muncul dari genre hardcore punk pada awal 1980-an di Washington, D.C. sebagai reaksi meningkatnya kekerasan di komunitas hardcore punk dan rasa ketidaksenangan terhadap Ian MacKaye dari Minor Threat yang mengubah fokus musiknya dari komunitas menjadi kepentingan politik individual. Penggemar Minor Threat bernama Guy Picciotto mendirikan Rites of Spring pada tahun 1984 karena berkeinginan melepaskan diri dari batasan-batasan hardcore yang mengekang, dan menggantinya dengan gitar yang melodius, ritme yang bervariasi, dan lirik yang sangat penuh luapan emosi pribadi. Sebagian dari lirik lagu-lagu Rites of Spring telah menjadi metafora bagi pemusik emo dari generasi berikutnya, termasuk di antaranya tema-tema seperti nostalgia, kepahitan yang romantis, dan putus asa yang puitis. Konser-konser Rites of Spring menjadi arena luapan emosi publik, para penonton sering kali menangis tersedu-sedu. Ian MacKaye berubah menjadi penggemar berat Rites of Spring, membantu rekaman satu-satunya album Rites of Spring, dan bekerja sebagai roadie dalam konser keliling. MacKaye lalu mendirikan band sendiri bernama Embrace yang mengeksplorasi tema-tema serupa mengenai pencarian diri dan pelepasan emosi. Grup-grup musik serupa bermunculan setelah adanya Revolusi Musim Panas 1985 di kalangan hardcore punk Washington, D.C.. Gray Matter, Beefeater, Fire Party, Dag Nasty, Lunchmeat, dan Kingface adalah beberapa grup musik yang berperan penting waktu itu.

Asal usul dari istilah emo tidaklah begitu pasti, namun paling tidak sudah dikenal sejak tahun 1985. Menurut Andy Greenwald penulis buku Nothing Feels Good: Punk Rock, Teenagers, and Emo, “Asal usul istilah emo diselubungi misteri [...] tapi pertama kali muncul sebagai kebiasaan umum pada 1985. Kalau Minor Threat dianggap hardcore, maka Rites of Spring dengan fokus yang berbeda, bisa disebut emotional hardcore atau emocore. Michael Azerrad pengarang Our Band Could Be Your Life juga melacak asal usul kata emo: “Gaya bermusik seperti itu segera disebut ‘emo-core’, istilah yang dibenci oleh semua orang yang terlibat di dalamnya, walaupun istilah dan pendekatan itu berkembang paling sedikit lima belas tahun kemudian, dan melahirkan band-band yang tidak terhitung jumlahnya.” MacKaye juga mengenang kembali tahun 1985, dan mengingat ada sebuah artikel di majalah Thrasher yang menyebut Embrace dan grup-grup musik lain di Washington, D.C. sebagai “emo-core“. Ketika itu, ia menganggapnya “istilah paling bodoh yang pernah aku dengar seumur hidupku.” Teori lain mengatakan istilah emo berasal dari penonton konser Embrace. Mereka meneriakkan kata “emocore” yang dimaksudkan sebagai ejekan bagi Embrace. Penggemar emo mengklaim bahwa MacKaye yang menciptakan istilah emo untuk mengejek dirinya sendiri di majalah, atau istilah tersebut berasal dari ciptaan Rites of Spring. Walapun demikian, Oxford English Dictionary mencatat bahwa istilah emo-core pertama kali digunakan tahun 1992, sementara istilah emo mulai dikenal pada tahun 1993. Kata emo pertama kali muncul di media cetak pada tahun 1995 di majalah New Musical Express.

Perusahaan rekaman spesialis emocore dengan segera bermunculan di sekitar kalangan punk Washington, D.C., dan identik dengan grup-grup musik yang bernaung di bawah label Dischord Records milik MacKaye. Walaupun sebagian besar dari grup-grup tersebut enggan disebut band emo, mereka menerimanya dengan terpaksa. Veteran punk Jenny Toomey mengenang “Orang yang menggunakan [istilah emo] hanyalah orang-orang yang cemburu terhadap begitu besar dan fanatiknya penggemar pada waktu itu. [Rites of Spring] sudah ada sebelum istilah emo tercipta, dan mereka membencinya. Namun terjadilah keanehan, seperti ketika orang-orang mulai menyebut musik mereka ‘grunge’, Anda juga mulai ikut-ikutan memakai istilah itu, walaupun mulanya Anda membencinya.”

Kegemilangan emo di Washington, D.C. hanya bertahan beberapa tahun. Pada 1986, sebagian besar band-band utama, termasuk Rites of Spring, Embrace, Gray Matter, dan Beefeater sudah membubarkan diri. Walaupun demikian, ide dan estetika yang berasal dari mereka dengan cepat menyebar ke seluruh Amerika Serikat lewat majalah penggemar (zine), rekaman piringan hitam, dan kabar burung. Menurut Greenwald, kalangan emo di Washington, D.C. meletakkan fondasi bagi inkarnasi grup-grup emo generasi berikutnya.

Apa yang terjadi di Washington, D.C. pada pertengahan delapan puluhan, pergeseran kemarahan menjadi aksi, dari kemarahan terpendam menjadi ketidakpastian internal, dari massa yang terindividualisasikan menjadi massa yang individual, semuanya dalam beberapa hal merupakan studi kasus bagi transformasi dunia punk nasional untuk dua dekade berikutnya. Penggambaran ide dan situasi, kekuatan musik, dan cara orang bereaksi terhadaobtam dab cara band-band menjadi jenuh dan bukan memudar, semuanya berawal dari beberapa pertunjukan pertama Rites of Spring. Fondasi emo telah diletakkan, namun secara tidak sengaja, oleh lima puluh orang atau lebih di ibu kota negara. Dan dalam beberapa hal, emo tidak akan pernah sebaik dulu dan pastinya tidak akan pernah murni lagi. Pastinya, dunia emo di Washington menerima emocore secara konsensus sebagai suatu genre.

Di kemudian hari, MacKaye dan Piccioto, bersama Brendan Canty (pemain drum Rites of Spring) membentuk Fugazi. Walaupun anggotanya terkait dengan dunia emo, Fugazi umumnya tidak diakui sebagai grup musik emo.

Emo (pengucapan /moʊ/, singkatan untuk emotional music) adalah gaya musik rock dengan ciri khas musik yang melodius, disertai lirik yang ekspresif dan berisi pengakuan. Pada pertengahan 1980-an terdapat subbudaya hardcore punk di Washington, D.C.. Musik mereka disebut emotional hardcore atau emocore, perintisnya adalah Rites of Spring dan Embrace. Punk gaya baru yang dipelopori Rites of Spring juga disebut emotive hardcore.[3] Sejalan dengan ditirunya gaya bermusik ini oleh grup-grup punk kontemporer Amerika, terjadi pergeseran dan perubahan bunyi musik dan arti, tercampur dengan pop punk dan indie rock, dan berpuncak pada awal tahun 1990-an dengan musik oleh Jawbreaker dan Sunny Day Real Estate. Pada pertengahan 1990-an grup-grup musik emo mulai bermunculan dari Amerika Serikat Tengah Barat dan Amerika Serikat Tengah, dan sejumlah label independen mulai menjadi spesialis emo. Emo mulai populer sebagai genre musik pada awal 2000-an mengikuti kesuksesan Jimmy Eat World dan Dashboard Confessional yang laris rekamannya hingga mendapat piringan platina, dan munculnya subgenre baru dari emo berupa screamo yang lebih agresif. Istilah emo dipakai oleh kritikus musik dan wartawan untuk menyebut musik yang dibawakan berbagai artis, termasuk Fall Out Boy dan My Chemical Romance, serta grup-grup yang unik seperti Coheed and Cambria dan Panic at the Disco.

Selain mengacu kepada musik, emo secara umum sering dipakai untuk menggambarkan hubungan khusus antara penggemar dan artis, dan menjelaskan unsur-unsur yang terkait seperti busana, budaya, dan tingkah laku.

 

 

Andersen, Mark (2001). Dance of Days, Two Decades of Punk in the Nation’s Capitol. Soft Skull Press. ISBN 1-887128-49-2.

Gaya Hidup dan Ideologi

Apa yang kita bayangkan tentang gaya hidup?

Psikolog brilian asal Rusia, Pavel Semenov, menyimpulkan bahwa manusia memuaskan kelaparannya akan pengetahuan dengan dua cara. Pertama, melakukan penelitian terhadap lingkungannya dan mengatur hasil penelitian tersebut secara rasional (sains). Kedua, mengatur ulang lingkungan terdekatnya dengan tujuan membuat sesuatu yang baru (seni).

Salah satu contoh Sub-Budaya yang menjadi Gaya Hidup bagi sekolompok orang contohnya adalah Punk merupakan sub-budaya yang lahir di London, Inggris. Pada awalnya, kelompok punk selalu dikacaukan oleh golongan skinhead. Namun, sejak tahun 1980-an, saat punk merajalela di Amerika, golongan punk dan skinhead seolah-olah menyatu, karena mempunyai semangat yang sama. Namun, Punk juga dapat berarti jenis musik atau genre yang lahir di awal tahun 1970-an. Punk juga bisa berarti ideologi hidup yang mencakup aspek sosial dan politik.

Gerakan anak muda yang diawali oleh anak-anak kelas pekerja ini dengan segera merambah Amerika yang mengalami masalah ekonomi dan keuangan yang dipicu oleh kemerosotan moral oleh para tokoh politik yang memicu tingkat pengangguran dan kriminalitas yang tinggi. Punk berusaha menyindir para penguasa dengan caranya sendiri, melalui lagu-lagu dengan musik dan lirik yang sederhana namun kadang-kadang kasar, beat yang cepat dan menghentak.

Banyak yang menyalahartikan punk sebagai glue sniffer dan perusuh karena di Inggris pernah terjadi wabah penggunaan lem berbau tajam untuk mengganti bir yang tak terbeli oleh mereka. Banyak pula yang merusak citra punk karena banyak dari mereka yang berkeliaran di jalanan dan melakukan berbagai tindak kriminal.

Punk lebih terkenal dari hal fashion yang dikenakan dan tingkah laku yang mereka perlihatkan, seperti potongan rambut mohawk ala suku indian, atau dipotong ala feathercut dan diwarnai dengan warna-warna yang terang, sepatu boots, rantai dan spike, jaket kulit, celana jeans ketat dan baju yang lusuh, anti kemapanan, anti sosial, kaum perusuh dan kriminal dari kelas rendah, pemabuk berbahaya sehingga banyak yang mengira bahwa orang yang berpenampilan seperti itu sudah layak untuk disebut sebagai punker.

Punk juga merupakan sebuah gerakan perlawanan anak muda yang berlandaskan dari keyakinan we can do it ourselves. Penilaian punk dalam melihat suatu masalah dapat dilihat melalui lirik-lirik lagunya yang bercerita tentang masalah politik, lingkungan hidup, ekonomi, ideologi, sosial dan bahkan masalah agama.

All about Garut

Background

The history of Garut Regency started on March 2nd 1811 when Balubur Limbangan Regency was dissolved by Governor General Herman W. Daendels (Dutch Colonial). The reason was the production of coffee from the area decreased and the Regent, Tumenggung Wangsakusumah II refused command to plant indigo.  Balubur Limbangan Regency comprised 6 sub-districts: Balubur, Malangbong, Wanaraja, Wanakerta, Cibeureum and Papandak.

On February 16th, 1813 new Limbangan Regency was founded by Liutenant Governor Thomas S. Raffles which now becomes Garut  Regency.  RAA. Adiwijaya was the first Regent of Garut Regency who governed from the year of 1813 until 1821. He was well-known as Dalem Cipeujueh.  The new Limbangan Regency had a capital in Suci. For a capital, the existence of Suci it was thought did not meet the requirements because of this area was crowded and quite narrow.

Regarding this matter, Regent Limbangan Adipati Adiwijaya formed a committee to find a suitable place for the capital of the Regency.  In the begining, the committee found Cimurah, about 3 km to the East Suci (Currently the village is known by the name of Pidayeuheun Village). However, in this place clean water was difficult to be received so that place not suitable became the Capital.  Then the committee get a suitable place for further capital, about 5 Km to West from Suci. In addition to fertile land, the place has a spring that flows to the River Cimanuk and beautiful scenery, surrounded by mountains, like Mount Cikuray, Mount Papandayan, Mount Guntur, Mount Galunggung, Mount Talaga Bodas and Mount Karacak.

When being found the spring took the form of the small lake that was closed scrub was thorny (Marantha), a committee “kakarut” or was scratched his hands until bloody. In the party of the committee, joined also in a European who went along straighten out or “ngabaladah” this place. Like that saw the hands of one of the committees was bloody, immediately asked: “Why bloody?” The person who was scratched answered, his hands kakarut. Europeans or these the Netherlands imitated words kakarut with the not fluent tongue so as his term to “gagarut”.

When being found the small pond that closed thicket of thorns (Marantha), a committee “kakarut” or was scratched his hands until bloody. In group of the committee, joined also an European who went discover this place.  After he look at the hand of one of the committee is bleeding, immediately ask: “Why bleed?”  The person who was scratched answered, “kakarut!”.  The European said word “kakarut” as”gagarut”.

Since that time, workers in the group of the committee named to the thorny plant called “Ki Garut” and that pond was named “Ci Garut” (the location of this pond now was occupied by SLTPI, SLTPII, and SLTP IV Garut building). The area around the pond was named “Garut”. The name of “Garut” was approved by Regent Limbangan Adipati Adiwijaya to be made the Capital of the Limbangan Regency.

On 15 September 1813 the development of capital facilities and infrastructure, such as residence, the hall, office assistant resident, mosques, and square was started.  In front of the hall, between the town square and the hall was gotten by “Babancong” where the Regent as well as the official of the other government gave the speech in front of the public.  After the place was completed earlier, the Capital of the Limbangan Regency moved from Suci to Garut around 1821.  Based on the Governor General Decree No: 60 dated May 7 1913, the name of the Limbangan Regency was replaced to the Garut Regency and had a capital the Garut city on July 1, 1913.  At that time, the Regent was RAA is Wiratanudatar (1871-1915). Garut city at that time covering the three villages, namely Kota Kulon (West City) village, the Kota Wetan (East City) Village, and Margawati Village.  The Garut regency covered Garut districts, Bayongbong, Cibatu, Tarogong, Leles, Balubur Limbangan, Cikajang, Bungbulang and Pameungpeuk.  In the year 1915, RAA Wiratanudatar replaced by his nephew of Adipati Suria Karta Legawa (1915-1929). On August 14 1925, a decision based on the Governor General, Garut Regency government passed a stand-alone (autonomous).

Physical Development of the City

Up until the 1960 ‘s, the physical development of the Garut City was divided into three period, that is first (1813-1920) developed linearly. In the period in the Garut City often was established the building by the Government of the Netherlands  for the interests of the government, invested in an effort to the plantation, the excavation of the source of the mineral and  the tourist attraction. Residential development, especially around the plaza and to sweep along the road towards East Societeit Straat.

The second period (1920-1940), the Garut City developed concentrically. The change happened because in the first period was given by the service project for the inhabitants. The face of town planning began to change with the establishment of several city facilities, like the railway station, the post office, the pharmacy, the school, the hotel, shops (property of Chinese, Japan, India and Europe) as well as the market.

The third period (1940-1960-an), the development of the Garut City tended to follow the theory of the multiplied core. This development could be seen in trade zones, education, the settlement and population growth.

General Situation of the City

At the beginning of the 20th age, the Garut City referred to the pattern of the community that was heterogeneous as resulting from the urbanisation flow. The diversity of the community and the growth of the Garut City tight his connection with plantation efforts and the tourist attraction in the Garut area. Dutch who were useful in the development of the plantation and agriculture in the Garut area were K.F Holle. To recall his services, the Colonial Dutch government immortalised the Holle name to a road in the Garut City, namely the Holle road (Mandalagiri Street) and made the statue of half of the Holle chest  in the Garut Town Square.

This opening of plantations joined also with the development of hotels during 1917. These hotels were the place spent the night and entertainment for the officials of the plantation or tourists that came from overseas. Hotels in the Garut City, that is the Papandayan Hotel, Hotel Villa Dolce, Hotell Belvedere, and the Hotel of Van Hengel. Outside the Garut City was gotten the Ngamplang Hotel in Cilawu, Hotel Cisurupan in Cisurupan, Hotel Melayu in Tarogong, Hotel Bagendit in Banyuresmi, Hotel Kamojang in Samarang and the Cilauteureun Hotel in Pameungpeuk. The news about the Beauty of the Garut City spread all through the world, that made the Garut City the tourist attraction.

RPP

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Percontohan

Previous Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.